untuk jiwamu
aku kira.. aku tidak bisa hidup tanpamu... aku terus berlatih... berlatih... berlatih.... sambil tertatih-tatih berusaha mandiri hidup tanpamu semampuku...
aku kira... aku bisa...
yaa... aku bisa... mandiri.. tapi, pada akhirnya aku menyadari satu hal...
aku menyadari bahwa aku tidak bisa menghindari nikmat anugrah rasa cinta yang Tuhan beri kepadaku melalui perantara hadirmu, canda tawamu, melalui senyum tulusmu, melalui perbuatan tulusmu, melalui kasih sayangmu, dan melalui segala tingkah lakumu yang berhasil membuatku jatuh hati padamu... aku kira... aku bisa... namun, sejauh apapun aku menjauh dan menghindar darimu... bayangmu tetap selalu dekat dalam ingatanku. lagu yang kau putar membuatku menari dan tertawa seperti orang gila - sendiri- , musik-musik yang kau mainkan terngiang-ngiang jelas di telingaku. sampai gambaran segala cita-citamu yang kau jabarkan bersama buih-buih ombak dan pasir dilautan, terekam jelas dalam ingatanku... nyatanya kau berhasil selalu hadir, entah itu dalam lamunan kesendirianku, ataupun dalam hasrat cita-cita dan ambisiku yang menggebu. Aku... seperti merasa tidak sendirian di dunia ini... bayangan senyummu terekam jelas dalam ingatanku seolah menyerukan kata SEMANGATTT kepadaku... haha... aku hanya mampu tertawa pelan menyadari kegilaanku sendiri saat sosokmu hadir tiba-tiba dimanapun. kamu seperti hantu... -batinku.
terimakasih... untuk jiwa semangat mu. terimakasih untuk jiwa kasih sayangmu... terimakasih untuk jiwa yang sudah dengan sangat akrab mengenaliku. terimakasih..... kamu tetap ada disini (hatiku)... walaupun entah ragamu sedang dimana dan dengan siapa atau sedang dialam mana. aku tak tau... namun satu yang harus kamu tahu... kamu hidup... di hidupku... ternyata kamu pandai menanam semua itu dihatiku, sehingga semua rasa itu berhasil tubuh dan menghidupkan hatiku. membuatku lebih hidup dan berhasrat menjalani hidup. terimakasih... kasih dalam jiwa... terimakasih....
aku kira... aku bisa...
yaa... aku bisa... mandiri.. tapi, pada akhirnya aku menyadari satu hal...
aku menyadari bahwa aku tidak bisa menghindari nikmat anugrah rasa cinta yang Tuhan beri kepadaku melalui perantara hadirmu, canda tawamu, melalui senyum tulusmu, melalui perbuatan tulusmu, melalui kasih sayangmu, dan melalui segala tingkah lakumu yang berhasil membuatku jatuh hati padamu... aku kira... aku bisa... namun, sejauh apapun aku menjauh dan menghindar darimu... bayangmu tetap selalu dekat dalam ingatanku. lagu yang kau putar membuatku menari dan tertawa seperti orang gila - sendiri- , musik-musik yang kau mainkan terngiang-ngiang jelas di telingaku. sampai gambaran segala cita-citamu yang kau jabarkan bersama buih-buih ombak dan pasir dilautan, terekam jelas dalam ingatanku... nyatanya kau berhasil selalu hadir, entah itu dalam lamunan kesendirianku, ataupun dalam hasrat cita-cita dan ambisiku yang menggebu. Aku... seperti merasa tidak sendirian di dunia ini... bayangan senyummu terekam jelas dalam ingatanku seolah menyerukan kata SEMANGATTT kepadaku... haha... aku hanya mampu tertawa pelan menyadari kegilaanku sendiri saat sosokmu hadir tiba-tiba dimanapun. kamu seperti hantu... -batinku.
terimakasih... untuk jiwa semangat mu. terimakasih untuk jiwa kasih sayangmu... terimakasih untuk jiwa yang sudah dengan sangat akrab mengenaliku. terimakasih..... kamu tetap ada disini (hatiku)... walaupun entah ragamu sedang dimana dan dengan siapa atau sedang dialam mana. aku tak tau... namun satu yang harus kamu tahu... kamu hidup... di hidupku... ternyata kamu pandai menanam semua itu dihatiku, sehingga semua rasa itu berhasil tubuh dan menghidupkan hatiku. membuatku lebih hidup dan berhasrat menjalani hidup. terimakasih... kasih dalam jiwa... terimakasih....
Comments
Post a Comment