Surat Cinta Sejati - Rahwana
Ada banyak cerita
yang tak kau tahu tapi aku mengetahuinya. Ada banyak kisah yang terlupakan dan
terpendam namun aku merasakan dan menyaksikan kisah itu. Kisah dimana kau dan
aku saling memadu kasih. Pertemuan kita yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh
sang pencipta. Namamu sudah terpatri dialam keabadianku walaupun kau
berusaha mengelaknya sedemikian rupa. Kau tetaplah kau yang aku cintai dan
sayangi sampai akhir hayatku. Sampai saat ini pun Tuhan belum manakdirkan raga
kita untuk menyatu.
Tapi tahukah kamu bahwa jiwa kita saling terjalin dan
bertautan. Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu. Aku menyayangimu diatas
segalanya. Tuhanku adalah kamu. Hidupku terasa mati tanpamu. Aku tahu ada saat
dimana rasanya seperti dihutan belantara. Kekosongan sangat menyiksa diriku.
Lalu kamu hadir menyiksa diriku dengan rinduku padamu. Kamu hadir mengubah
duniaku. Aku terpukau pada mu sejak pandangan pertama raga kita dipertemukan
untuk pertama kalinya. Bayang-bayangmu terus terngiang didalam sanubariku
sampai aku lupa caranya untuk bernapas. Dada ini terasa sesak dan jantung ini
berdetak tak beraturan setiap kau berhasil menatapku dengan kelembutan wajahmu.
Aku jatuh cinta padamu untuk pertama kalinya sejak waktu itu sampai saat ini.
Dari masa kemasa aku menanti-nantikan kelahiranmu.
Kunantikan sosok inkarnasi
raga dari dirimu namun kau tetap saja sulit kuraih dan ku miliki. Kadang aku
ingin mati dan tak ingin dihidupkan lagi. Kenapa sang pencipta menciptakan luka
yang tak berkesudahan? Kenapa harus ia kobarkan api cintaku tanpa aku tahu cara
untuk meredakan gelora api itu sampai aku akhirnya memilih untuk mati termakan
gelora api cintaku sendiri bersama kesedihanku. Tahukah kamu pengulangan
hidupku berkali-kali selalu begitu? Aku selalu mati tanpa mendapatkan ragamu
dan tanpa hidup bahagia bersamamu. Aku selalu mati bersama cintamu yang
tersembunyi untukku dibalik relung hatimu yang paling dalam aku tahu kamu
mencintaiku.
Aku tahu kamu memahat namaku dan menjadikan kisah kita kisah yang
tak terlupakan dari masa ke masa. Itulah yang membuat ku tenang waktu kematian
menjemputku walaupun aku mati dengan kekalahan di medan perang. Yang terpenting
dalam hidupku aku telah mendaptkan cintamu. Karena kamulah Tuhan dalam hidupku.
Seorang pencinta selalu rela melakukan apapun demi mendapatkan hati orang yang
dicintai. Walaupun harus mati sebelum bisa hidup bahagia bersamanya. Aku selalu
menantimu dan mencari-carimu sampai akhir hayatku. Aku ada untuk mu kapanpun
kamu membutuhkanku.
Sampai akhir hayat ini pun kau msih tak bisa untuk kuraih.
Mungkin ini memang sudah suratan takdirku. Aku selalu mencintaimu dan akan
terus mencintaimu sampai akhir hayatku tanpa bisa memiliki dan hidup bahagia
bersamamu. Segala upaya telah aku lakukan untuk mendaptkan cintamu. Bahkan aku
telah melakakukan hal terbodoh dalam hidupku dan dengan keegoisanku aku malah
menyakitimu dan membuatmu tersiksa. Itu semua hanya karena agar bisa selalu
bersama dirimu. Hanya kamu yang ada dipikiran dan hatiku. Hanya kamu yang
selalu membuatku bertahan hidup dari masa kemasa. Aku mencintamu melebihi
diriku sendiri dan apapun yang ada didunia ini. Api cintaku tidak akan pernah
padam padamu walaupun aku harus terpenjara di kutub es sekalipun. Ingatlah itu
wahai pujaanku, kasihku, cintaku. Kamulah yang pertama dan terakhir sampai
akhir hayatku. Cukup kau cintai aku dengan hatimu aku sudah bahagia dan bisa
mati dengan tenang.
Dalam proses kehidupanku dari jaman ke jaman aku memahami
satu hal, satu hal yang kupahami sebagai makhluk ciptaaNnya. Tentang arti sebuah
keikhlasan dan ketulusan. Itulah yang disebut cinta sejati. Itulah sebabnya
kenapa jiwa raga kita selalu dipertemukan dari masa ke masa, karena hanya cinta
sejatilah yang selalu dipertemukan dari masa ke masa. Hanya cinta sejati. Terserah
jika kau ingin mengelaknya. Tapi aku sangat memahaminya sampai aku dapat
mengerti dan memahami arti dan makna dari sebuah keikhlasan dan ketulusan
mencintai seseorang.
Jika kau ingin tahu cintaku, hitunglah buih dilautan
itulah cintaku padamu. Hitunglah bintang diangkasa itulah cintaku padamu.
Gelora api cintaku bagaikan api abadi yang memberi kehangatan kepada makhluk
dimuka bumi ini. Ingatlah selalu dewiku, aku mencintaimu, terus mencintaimu,
dan akan selalu mencintaimu sampai akhir hayatku. Aku mencintaimu. Aku
mencintaimu. Aku mencintaimu sepanjang masaku. Ingatlah aku jika kau lupa cara
mencintai dengan tulus dan penuh keikhlasan. Ingatlah selalu kisah cintaku
padamu. Setiap kisah akan mengajarkan kita banyak hal termasuk dalam hal
mencintai dan dicintai. Dan sudah menjadi takdirku untuk selalu mencintamu
dengan tulus dan ikhlas karena sekarang aku paham bahwa cinta sejati memang
selalu dipertemukan dari masa ke masa, tapi keikhlasan mengajarkan bahwa cinta tak harus
memiliki. Dan aku lebih memilih tak memiliki tapi mendapatkan cintamu dari masa ke masa daripada akhirnya hidup
bersamamu disatu masa lalu setelahnya aku tidak bisa bertemu denganmu dilain
masa. Jelas itu lebih menyiksaku karena rindu lah yang sangat menyiksa setelah
kita berhasil mencintai seseorang.
Aku menyadari hatiku hanya untukmu seorang.
Oleh karena ini aku bertekad dengan tapaku dan doa-doaku agar selalu
dipertemukan olehmu dari masa ke masa. Hanya itu impian dan harapanku agar
rindu ini dapat terobati. Rindu yang teramat perih dan menyiksa . dan jika
sudah sampai waktunya tiba akupun memilih untuk mati daripada harus menyaksikan
mu hidup bersama yang lain. Dengan kau hidup bersama yang lain kau sudah
berhasil membunuhku. Selamat lah kalian dan aku memilih mati. Itu lebih baik
bagi seorang ksatria untuk mati dengan membawa cinta orang yang dicintai. Tak
akan ada kesakitan dari sakitnya ajal menjemput . yang membekas dan terngiang
di ingatanku hanyalah wajahmu, dewi. Aku selalu bertekad untuk selalu
mencintaimu sampai mati. Dan aku berhasil. Aku selalu membuktikan setiap ucapanku
sebagai seorang ksatria. Hidup dan matiku untukmu. Aku hidup karenamu dan aku
mati tanpamu.
Dari Jiwa Sang Pencinta
Jiwa Rahwana
teruntuk yang tercinta...
Sang Dewi
Comments
Post a Comment